Tren Jenggot Bertema Cuaca di Australia

Advertisement
advertisement

Pola cuaca di kota Darwin, Northern Territory, Australia, ternyata mendapat perhatian dari warganya, khususnya para pria. Mereka kemudian memangkas jenggot mereka dengan inspirasi dari pola cuaca di kota itu.

Tren jenggot bertema cuaca ini pertama kali dimulai seorang pemandu kegiatan memancing ikan, Glenn Watt, yang kemudian diikuti sejumlah temannya setelah badai Carlos menghantam Northern Territory pada awal tahun 2011 lalu.

“Saya mendapat ide awalnya ketika sedang duduk dan minum bir bersama teman-teman,” tutur Watt.

Beberapa hari kemudian, dia muncul dengan jenggot berbentuk lingkaran yang dimulai dari bawah daun telinganya dan terus memutar hingga mencapai bibir bagian bawahnya. Sejak saat itu, Watt dan teman-temannya terus muncul dengan beragam bentuk pola badai pada jenggot mereka.

Agustus lalu, Watt tampil dengan desain jenggot bertema cuaca baru yang terinspirasi dengan angin tenggara yang terkenal pada musim kering di Northern Territory. Jenggot berbentuk asimetris ini diberi nama “The Sou’easter”, yang menampilkan tiupan angin yang bermula dari di sisi kiri dagu hingga ke lehernya.



Tunggu Apalagi? Segera buktikan sekarang juga dan jadikan penampilanmu lebih keren dan maco dengan brewok dan kumis.

Untuk kontak pemesanan dan konsultasi :
WA: http://bit.ly/foltibaffisby
IG : @foltibaffisby
LINE : http://bit.ly/2rqjOBb


Produk Kami Juga Tersedia di Market Place:


  • Shopee: http://bit.ly/folti-shopee
  • Lazada: http://bit.ly/folti-lazada
  • Tokopedia: http://bit.ly/folti-tokopedia
  • Bukalapak : http://bit.ly/folti-bukalapak


Watt mengakui desain jenggotnya ini seperti orang yang diolesi selai kacang. Dia juga menerima komentar beragam di akun media sosialnya. Ada yang memujinya sebagai “mahakarya”, tetapi ada juga yang berkomentar miring seperti “Anda seperti orang pilek yang baru naik motor trail”.

Watt mengaku desain jenggotnya yang terinspirasi cuaca tahunan maupun musiman di kota Darwin tidak selalu mendapat respons positif.

Nelayan yang lahir di Victoria ini bertutur, suatu ketika, dia mendesain jenggotnya, hendak menggambarkan perkiraan cuaca harian pada musim hujan, yakni “berawan dengan peluang badai sore”.

Idenya itu berakhir dengan wajah yang dipenuhi sejumput jenggot yang tersebar tak beraturan dengan maksud hendak meniru awan yang tersebat di langit. “Aku tidak bisa melihat diriku di cermin,” kata Watt.

“Anjing saya tidak mau datang menghampiri saya. Anak bayi saya menangis setiap kali melihat saya dan istri saya pergi karena marah dan mengancam baru akan pulang jika saya sudah menghapus jenggot tersebut,” kisah Watt.

Jenggot rancangannya itu hanya bertahan beberapa jam sebelum akhirnya Watt mengakui bentuk jenggotnya sangat mengerikan dan langsung mencukurnya hingga bersih. Salah satu rekannya yang aktif mengikuti jejaknya berkreasi dengan jenggot bertema cuaca adalah Dave Krantz.

Ia pertama kali membentuk jenggot cuaca pada awal 2013 setelah melihat bentuk jenggot Watt di media sosial. Krantz juga pernah merancang bentuk jenggot yang tidak bertema cuaca, seperti kreasi tiga cabang yang terinspirasi dari jaringan ternak sapi di Northern Territory.

Krantz mengaku menikmati pengalaman menghibur anggota keluarga dan temannya yang melihat bentuk jenggot kreasinya. “Anda hanya perlu membeli losion cukur. Menurut saya, ini pengalaman yang setidaknya harus dilakukan sekali dalam hidup Anda.”

Baik Watt maupun Krantz mengaku tidak tahu sampai kapan mereka akan terus merancang bentuk jenggot cuaca mereka.

Dalam program 105.7 ABC Darwin, acara memancing itu menampilkan sejumlah foto pria dengan jenggot berbentuk badai yang bukan berasal dari lingkaran teman Watt, yang menunjukkan tren jenggot bertema cuaca mereka mungkin sudah menyebar lebih jauh.

Advertisement
advertisement
Tren Jenggot Bertema Cuaca di Australia | admin | 4.5